Apa jadinya jika anak kita meminta bola kaki yang sedang dimainkan oleh sekelompok anak lain? Nah loh..

Saya mengajak Afif jalan-jalan sore ke taman komplek perumahan, menyenangkan sekali, apalagi ia sudah pandai berjalan, jadi bundanya yang imut ini gak kesulitan menggendong ato menggunakan stroller. Sepanjang jalan wajahnya selalu senang sekaligus heran melihat hal-hal baru di sekitarnya. Dulu waktu pertama kali jalan kaki, Afif heran dan bahkan terlihat takut melihat daun-daun beterbangan dihembus angin sore. Setiap ada sehelai daun, ia berhenti dan menahan tangan saya, seolah ingin menghindari daun yang terbang mendekatinya.

Saya terus mengajaknya dan perlahan memperlihatkan bahwa daun-daun itu tidak berbahaya, bisa dipegang dan dirasakan wujudnya. Akhirnya ia tidak takut dan ragu lagi untuk memegangnya. Sekarang justru kalo diajak jalan sore, setiap ketemu daun, ia ambil dan genggam, ketemu lagi ambil lagi, sampai genggamannya penuh. Saya hanya mengawasi dan memastikan daun yang ia pegang tidaklah kotor dan aman. Paling juga kalau nanti ada hal yang menarik, daun itu akan dilepasnya.

Benar saja, di sana ada sekelompok anak laki-laki yang bermain bola, bersepeda, main ayunan dan lainnya. Ada juga anak-anak yang ingin mengajak Afif berteman dan daun-daun tadi dilepasnya. Namun tiba-tiba tangan saya ditarik, menuntun saya ke arah anak-anak yang bermain bola dan kemudian menunjuk bola itu, artinya Afif menginginkan bola yang tengah dimainkan oleh mereka.

“Bagaimana mungkin bunda ambil bola itu nak, kan abang-abangnya sedang main bolana, nanti ya kalo Afif udah gede dikit, bisa main bola sama-sama yaa”.

Afif masih bersikeras dan saya terus memujuknya, bingung, saya harus mengalihkan perhatiannya. Alhamdulillah di sana ada seekor kucing dan Afif sangat suka kucing. Perhatiannya teralih dan berbalik mengejar si kucing. Begitu sampai ke kucing, ia tersenyum sumringah dan berusaha menyentuhnya. Saya khawatir jika kucing itu marah dan mencakarnya. Afif malah duduk di jalan dan ingin memeluk kucing itu. Tentu segera saya angkat dan berusaha membuat jarak, tapi Afif anak yanh berkemauan kuat dan tenaga si kecil ini juga super.. hadehh..

Barangkali ini salah satu PR besar saya. Kreatif dan tetap berusaha menjaga emosi agar tetap stabil, sehingga dengan demikian, daya pikir dan kreatifitas si kecil dapat berkembang optimal.

#tantanganHariKe6
#kuliahBunSayIIP3
#gameLevel3
#kamiBisa