Ini adalah draft yang kesekian untuk menulis tentang cerita lucu bersama pasangan dan merupakan tema menantang dari mba Vidi sebagai pemenang arisan ke 6 rumbel menulis IIP Batam. Maafkeun keleletan ini ya mama thole..

Begini, setelah dibaca-baca ulang, cerita yang pada kenyataannya lucu, ketika ditulis jadi ga lucu a.k.a garing dan suami membacanya tanpa ekspresi. Bahkan tidak berkomentar apa-apa, masa? Iyaa.. beberapa hari kemudian tulisan saya baru diketawain terus disuruh melakukan eksperimen

“Coba suruh yang lain baca! Bakal ada yang ketawa ga?”

Kalo udah gini mending jujur apa adanya ajalah saya mah.

Apakah kami tidak punya cerita lucu yang bisa diceritakan? Setiap hari ada saja yang membuat kami tertawa, ngakak, dan sakit perut meskipun sedang marahan, ada saja malah yang membuat momen marahan rusak dan berubah jadi ketawa. Tapi ya out of record lah.. anggap aja deh begitu. Hihi

Adalagi keunikan lain mengenai hal yang berkaitan dengan konsep lucu. Yaitu tertawa. Setiap suami nonton film kartun atau komedi (biasanya sih kartun) ia bisa tertawa terus-menerus jika film itu ia rasa lucu, namun saya justru hanya diam terpaku. Suami saya mungkin sudah lelah protes kenapa saya tidak tertawa, bahkan menganggap ada yang salah dalam diri saya. Menurutnya ada bug(eror) pada sistem operasi di otak saya. Hehe.. Tapi saya rasa masih normal kok, toh waktu kita sama-sama diem waktu nonton wark*p d*i reb*orn. Ups! (Paragraf ini rasanya kok ga nyambung ya? Skip skip!)

Ok balik lagi. Saya rasa apapun yang membuat kita tertawa, itu adalah salah satu indikator bahagia, dan tertawa bahagia tentunya tidak melulu datang dari cerita lucu, tidak selamanya soal sense of humor, tingkat kelucuan, materi yang baru/basi, punchline ga nonjok, dsb. Setiap pasangan selalu punya cerita lucu dengan keunikan dan kelucuannya masing-masing, dan apapun itu yang terpenting adalah kita bisa tertawa bersama pasangan kita, baik itu karena kekonyolan suami, kedodolan istri, kelakuan anak-anak dan kelucuan di dalam negeri ini. Halahh.

Untuk itu, big thanks untuk mamathole yang menentukan tema “cerita lucu bersama pasangan”. Dengannya saya jadi lebih sadar dan banyak bersyukur, tentang bahagia dan suasana dalam tawa yang jauh lebih banyak dari pada air mata. Alhamdulillah.