Rumbel IP adalah singkatan dari Rumah Belajar Ibu Profesional, untuk wilayah Batam. Informasi terbaru yang saya dapat, ibu Erli Oktania sebagai koordinator IP Batam mengumumkan bahwa nama IIP (Institute Ibu Profesional) yang sudah biasa kita dengar dan diidentifikasi setelah bergabung di dalamnya, sudah ditetapkan sebagai sebutan khusus untuk Pusat. Sebutan yang ditetapkan untuk wilayah adalah IP (Ibu Profesional) atau komunitas IP (KIP), karena perkumpulan Ibu Profesional yang tersebar di berbagai daerah merupakan “Komunitas” dan bukan sebagai “Institute”.

Selanjutnya, kita masuk ke acara yang dibuka oleh pembawa acara rendah hati, yaitu ibu Evi Krisnawati, dan nantinya dilanjutkan oleh manager offline KIP Batam, yaitu ibu Intan Sulistyosari. Sebelum beranjak ke acara inti, hadirin disuguhi dengan tausiah yang berisi nasehat indah dari ustazah Afifatun Nisa, beliau adalah pembina dan guru bagi member KIP yang mengikuti rumbel Al-qur’an (QLC). Satu hal yang berkesan untuk saya, bahwa sebaik-baik wanita adalah yang bekerja, beramal dan menghasilkan sesuatu dari pikiran dan tangannya (kerja nyata).

Makna bekerja di sini lebih luas dari menjadi pekerja, wanita karir dan lainnya, kerja di sini termasuk berkreasi atau menjadi pengrajin. Terlebih lagi apabila menghasilkan, lalu sebagian hasilnya disedekahkan di jalan Allah, ini pula yang membedakan amal seorang muslim dengan yang lainnya. Dengan demikian keberkahan dan keredhaan Allah yang menjadi ganjaran kebaikan. Namun yang terpenting pula, hal itu mestilah atas izin suami. So, Happy DIY ibu-ibu.. Yeayy!

Rumbel yang dilaunching pada hari minggu, 21 Januari 2018 tidak hanya 1, namun ada 6 yaitu;

  1. Qur’an Learning Centre (QLC). Tempat menimba ilmu al-qur’an khusus member KIP Batam, dimulai dari tahsin, hafalan, motivasi dan lainnya. Pertemuan diadakan setiap hari sabtu pukul 08.00-10.00 dan lokasi ditentukan sesuai kesepakatan bersama.
  2. Rumbel Bisnis. Berisi informasi bisnis, ilmu dalam berdagang, kulwap penunjang ilmu dan semangat bisnis, serta segala hal yang bertujuan memajukan omset yang dilandasi dengan keberkahan.
  3. Rumbel Memasak. Salah satu cara mengikat hati anak-anak dan suami (keluarga) adalah melalui masakan. Dengan demikian untuk menunjang keahlian ibu di bidang masak-memasak, maka rumbel ini hadir.
  4. Rumbel Menulis. Rumbel yang seru dan asik. Di sini diketahui bahwa banyak ibu-ibu yang ternyata  berpotensi jadi penulis. Antar member saling menyemangati, ditambah program arisan yang terus memacu semangat menulis. Karena dengan menulis, banyak keajaiban yang kita temukan.
  5. Rumbel Menjahit. Setiap ibu selalu berkeinginan agar bisa menjahit pakain, setidaknya untuk keluarga, serta berbagai tujuan cetar lainnya. Semoga dengan adanya rumbel ini, pasang surut minat menjahit menjadi lebih stabil, hingga niat mulia bisa tercapai.
  6. Rumbel Crafting. Hampir semua emak-emak punya ketertarikan dalam hal crafting atau DIY (Do It Yourself). Hasil kerajinan yang memuaskan hati dan jiwa, otak seketika bekerja melihat potensi karya ketika menemukan berbagai barang bekas, kardus, perca, kertas, benang rajut, dll. Rumbel Crafting pun menjafi menjawabnya.

Workshop yang ditunggu ibu-ibu peserta rumbel akhirnya dimulai, workshop yang memiliki kaitan yang sangat erat dengan semua rumbel, sekaligus sebagai penunjang yang paling berperan. Yap! Workshop Basic Photography oleh Mba Yayuk Wulan W. Workshop yang diawali dengan penyampaian materi (ternyata perkara photograph itu bukan sekedar cekrak-cekrek jadi, aja yah) hehe.. Mulai dari penyampaian slide materi, praktek langsung, tata letak pernak pernik, lighting, light reflection, praktek foto masing-masing, sampai editing, semuanya penting. Hanya saja karena waktu dan jadwal tidur siang anak-anak yang sudah tiba lengkap dengan rewelnya, maka acara disudahi. Namun mba yayuk yang baik hati menawarkan untuk belajar via DM instagram. Horee..! Terimakasih mba Yayuk.

Gambar foto makanan

Hasil uji coba foto saat workshop

Menurut saya ide acara ini amat cemerlang. Selain merampungkan peresmian Rumbel KIP secara serentak dan meriah, pemilihan lokasi yang cocok yaitu di Tea Box cafe sukajadi, ruangan yang apik santai dan ramah anak, cafe keren ramah bapak-bapak yang dititipi untuk jaga anak-anak oleh para mamak, serta disediakan coffee break sesuai kesepakatan. Hal-hal pendukung kenyamanan dan kelancaran acara seperti di atas, membuat acara menjadi semakin menarik dan berkesan.

Demikianlah, semoga IIP dan KIP Batam semakin berjaya dengan didukung acara-acara yang terselenggara atas ide, kreatifitas dan gerak cepat para member KIP yang insyaallah amanah dan profesional. Dan, pintu rumah IP Batam terbuka lebar bagi ibu-ibu yang ingin bersama-sama belajar menjadi ibu profesional.