Menentukan gaya belajar anak itu gampang-gampang susah. Berhubung si kecil saat ini masih 18 bulan, saya merasa belum perlu untuk menuntunnya belajar atau bermain, sesuai gaya belajar yang terkesan dominan. Meskipun ada beberapa kecenderungan gaya belajar, maka sementara ini saya tidak akan fokus ke sana.

Hari ini banyak hal yang kami lakukan bersama, meskipun hanya berdua di rumah. Ya iyalah ya, wong bapaknya kerja. Hehe.. melayani anak yang aktif itu kadang melelahkan, namun melihat keceriaannya lelah itu selalu lenyap, begitulah berulang-ulang. Seminggu yang lewat Afif sakit, dan entah kenapa beberapa hari ini, entah itu masih efeknya atau tidak, namun Afif nempel terus kemanapun saya pergi, bahkan ke kamar kecil pun ditunggui.

Afif kembali bermain seperti biasanya, menyusun blok kemudian membantingnya ketika bosan. Ganti lagi naik turun di atas puzzle evamat yang disusun beberapa tingkat. Memang ia tidak sepenuhnya menyusun sendiri, namun ia mengerti bagaimana cara meminta ibundanya agar membantu melakukan apa yang ia inginkan. Setelah itu ia berputar-putar sambil berlari-larian, saya ingatkan beberapa kali untuk berhati-hati. “Jedukk!” Akhirnya kejedot juga itu jidat ke dinding. “Wuaaa!” Nangis deh, saya peluk, usap, bujuk dan beri air putih, udah deh nangisnya ga pake lama. Alhamdulillah.

Kapok karena kejedot, ia memilih menulis (mencoret-coret) buku catatan saya di atas kasur. Melihat dia yang begitu fokus saya justru tak tahan ingin mengusiknya. Saya cuil punggung dan pundaknya seperti menggelitik, ia tertawa dan saya ulang berkali-kali. Kemudian saya berhenti sejenak, eh si dia malah melihat bundanya ke belakang yang artinya meminta saya untuk mengusiknya kembali. Hehehe..

#harike5
#Tantangan10hari
#Game Level4
#Gayabelajaranak
#KuliahBundsayIIP