HFMD (Hand, Foot and Mouth disease) atau yang lebih dikenal dengan flu singapura, adalah penyakit yang umum terjadi pada anak-anak, terutama pada usia 5 tahun ke bawah. Efek yang ditimbulkan adalah bintik merah dan bentol berbentuk seperti cacar, terdapat pada bagian tubuh yang sesuai dengan nama penyakit ini, hfmd.

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang flu yang dalam seminggu ingin telah menyerang buah hati kami. Awalnya saya tentu tidak menyangka bahwa si kecil akan terserang flu singapura, dan yang pasti dengan pengalaman dan pengetahuan yang amat sedikit, saya justru panik dan cemas, karena pengalaman ini baru bagi saya.

Berawal dari gejala.

Minggu tanggal 22 Januari lalu kami di rumah saja bermain seperti biasa. Pukul 14.30 suami saya menyuapi Afif makan, awalnya makan dengan lancar kira-kira 3-5 suap, namun kemudian tiba-tiba berhenti dan menolak disuapi, tapi anaknya masih lanjut bermain. Menurut suami, di saat yang sama ia sudah mulai merasakan kening si kecil agak hangat.

Pukul 16.00 ketika sedang sholat ashar, anak saya seperti biasa bermain di sajadah, tapi kali ini hanya duduk dan selalu memandang ke wajah saya. Setelah selesai sholat ia minta dipeluk, dan saya rasakan kepalanya panas sekali. Saya beri air putih dan susu, tp hanya minum susu sedikit kemudian panasnya mulai menjalar.

Menjelang hingga setelah magrib Afif terbaring lemah dipelukan saya, matanya sayu, panasnya menjadi-jadi dan menjalar hingga ke ujung kaki. Saya sempat menangis karena terkejut dan cemas melihat kondisi yang mendadak seperti ini.

Pukul 19.00 kami sudah di RS, namun celakanya di hari minggu ternyata tidak ada dsa yang praktek, saya sempatkan untuk mencari info melalui beberapa WAG, akhirnya kami sepakat dan segera membawanya ke IGD. Afif terus-menerus menangis karena perasaannya tidak nyaman, hingga keringat mengalir yang justru membuat panasnya berkurang. Namun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya ditindak dengan memberi obat penurun panas melalui dubur. Menurut dokter umum di sana obat tersebut akan bertahan 5 jam.

Sesampainya di rumah saya berniat menyuapi Afif bubur supaya ada tenaga dan cepat pulih, namun ternyata ia tidak mau makan dan juga tidak mau minum susu sama sekali, yang Afif mau hanya air putih dingin.

Pukul 01.00 dini hari Afif rewel dan kami rasakan badannya panas kembali, saya bingung ketika ingin memberinya obat, tapi ia tidak mau minum susu, bahkan sejak semalam, lagi2 air putih dingin yang ada di kamar saja yang inginkan, afif menolak air putih yang baru saya ambil dan dicampur sedikit air hangat. Kami turuti dan mau tak mau harus tega memaksa memberinya sirup penurun panas menggunakan sendok takar.

Keesokan harinya hingga siang, Afif masih tidak mau makan, tapi jam 5 subuh ia minum susu, itupun karena lapar dan ngantuk berat akibat tidak bisa tidur sejak terbangun jam 1 dini hari.

Tidak sabar menunggu jadwal praktek Dsa. Aster, jam 2 siang, km langsung meluncur membawa si kecil yang rewel terus-menerus. Giliran periksa tiba juga, dan karena kondisi lemah meskipun ingin berontak, dokter lebih mudah memeriksanya. Kemudian dokter meminta saya ikut melihat apa yang ada di tenggorokannya.

Ya Allah, betapa terkejut dan pedihnya saya melihat begitu banyak titik sariawan di dalam mulutnya (pangkal tekak). Bagaimana mungkin anak sekecil ini mampu menahan perihnya sariawan yang lebih dari 5 titik kecil dan berkumpul di satu tempat. Wajar saja ia tidak sanggup menelan apapun selain air putih dingin. Dokterpun mengganti obat dari IGD dengan resepnya + obat pereda sariawan, semua jenisnya drops sebab menurut dokter anak ini tipe anti obat. Memang benar, ketika sekali saja mengetahui ada obat di dapur, apalagi jenisnya disuapi menggunakan sendok, maka ia bisa tidak mau ke dapur, radarnya sangat tinggi dalam menangkap sinyal obat.

Dua hari kemudian kami kembali lagi ke dr. Aster karena bintik merah, rasa gatal yang membuatnya rewel dan tidak bisa tidur, serta bentol-bentol yang bentuknya seperti cacar air sudah muncul, dengan gejala dan tanda-tanda demikian, maka positif sudah Afif tertular hfmd.

Sedikit cerita, Afif yang sudah mau makan bubur bayi dan minum susu hari itu, telah memiliki tenaga yang cukup untuk memberontak ketika diperiksa. Dokter, suster dan saya berusaha memegangnya, sampai-sampai dokter tertawa dan berkata “waduh tiga wanita dikalahkan oleh satu pria kecil ini”. Ah, dokter baru tw tenaga samson ini. Betapa hebohnya pemeriksaan siang itu. Kebayang kan pertarungan serunya nyuapin dia obat kalau lagi sakit. Kwkwkwk

Poin-poin yang perlu saya catat dari pengalaman dan sharing dengan Dsa, serta seorang teman.

  1. Jangan Panik. Berusahalah untuk tetap tenang. Seperti kita ketahui, apa yang dihasilkan dari kepanikan, hanya kesusahan yang bertambah-tambah.
  2. Ketika anak panas, perbanyak minum air putih, pakai baju tipis, kompres dan selalu sedia obat penurun panas untuk anak-anak. Jika anak susah minum obat, sediakan yang berjenis drops.
  3. Kalau anak tidak mau makan/minum sama sekali, waspadai ada sariawan. Berikan air yang dingin, makanan yang lembut agar ia tidak kesulitan menelannya, hindari makan/minum hangat. Jika tidak mau makan bahkan minum susu, beri saja air putih. Tidak masalah, yang penting ada asupan.
  4. Demam tinggi hanya terjadi di awal, selanjutnya panas akan semakin menurun dan disusul gejala berikutnya.
  5. Jika bintik merah bentol-bentol muncul, bentuknya akan seperti cacar, namun tidak berair, mandikan saja seperti biasanya dan gunakanlah air hangat.
  6. Perubahan emosi. Lebih manja, tidak mw sedikitpun jauh dari ibunya, namun mudah sekali marah jika ada yg tidak berkenan di hatinya.
  7. Penyebaran bentol biasanya berlangsung dalam 3-7 hari, tergantung imunitas. Setelah itu ia akan satu per satu mengering, hitam dan lepas, sebaiknya diberikan salap untuk mempercepat pengeringan.
  8. Hindari telur dan seafood. Pada beberapa anak, bentol-tersebut sangat gatal dan mengganggu, namun ada juga yang santai dan tidak garu-garu.
  9. Penyakit ini sangat menular dan penularannya melalui udara dan sentuhan.
  10. Afif bermain bersama temannya yang tanpa disadari mengalami hfmd pada hari kamis sore, mendapati gejala awal pada minggu sore dan berlangsung hingga sembuh (hingga bentol mengering dan lepas semua) lebih dari seminggu.
  11. Pada dasarnya penyakit ini tidak berbahaya, namun kondisinya terkadang membuat kita panik. Jadi, sekarang tidak perlu panik lagi..

Berdasarkan pengalaman dari anak saya dan anak dari mba vidi (thole) yang sama-sama terkena hmfd, saya mendapati beberapa perbedaan mulai dari gejala. Jika Afif mengalami demam tinggi, thole hanya demam biasa. Afif mengalami banyak sariawan, dan thole cuma dua, tidak rewel dan makan/minumnya cenderung tidak masalah. Nah yang justru berbeda, Afif memiliki sedikit bentol dan gatal, sedangkan thole bentolnya banyak sekali, tapi tidak gatal.

Mulai dari gejala awal, tanda-tanda hingga penyembuhan, saya selalu sharing dengan mba vidi yang anaknya sudah terlebih dahulu tertular, beruntung punya teman yang dapat membantu kita menepikan rasa panik dan cemas menghadapi hal-hal semacam ini. Terimakasih mamathole..

Semoga bermanfaat..