Kali ini tantangannya tentang membaca. Seberapa jauh peran kita sebagai orang tua untuk menumbuhkan minat membaca anak. Ini tantangan kita. Peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam hal ini, mengingat minat baca warga negara Indonesia belum beranjak dari peringat terendah kedua di dunia. Inilah salah satu penyebab belum majunya negara kita. Dari hal kecil saja, membaca. Ya sebenarnya membaca bukanlah hal yang sulit, baca saja. Namun jika minat baca itu tidak ada, buku di depan mata pun tidak menarik. Lalu bagaimanakah seharusnya minat baca ini bisa tumbuh? Sangat dibutuhkan peran orang tua untuk menumbuhkan minat baca pada anak, sedini mungkin.

Saat ini anak saya memang masih kecil, 19 bulan, namun pengamatannya sudah semakin luar biasa, media pembelajaran mereka yang pertama adalah melalui pengamatan, baik itu melihat ataupun mendengar. Dengan demikian ia akan menirukan. Itu jelas dan setiap orang tua mengalaminya, maka dari itu masa emas ini patut dimanfaatkan untuk membuatnya mencintai buku-buku.

Beberapa minggu belakangan saya asyik membaca sebuah novel sastra penuh diksi dan metafora yang menurut saya menawan, sehingga saya tenggelam dalam membacanya, begitu pula suami yang kerap merebut buku itu dan ingin membacanya pula, namun akhirnya ia mengalah dan membca buku yang lain. Meskipun si kecil tidak terlihat benar-benar memperhatikan, namun otaknya merekam semuanya dengan baik sehingga ia tertarik pada buku tersebut dan ikut membaca buku dengan bunyi yang sangat lucu “pece pece beca peca beca!”