Alhamdulillah hari ini bermain ke mesjid Jabal Arafah setelah usai mengikuti kajian tahsin secara rutin yang diadakan oleh  QLC (Qur’an Learning Center) Batam. Sebelum ke Jabal Arafah, makan dulu sih di MorBak Greenland. Hehe..

Salah satu tujuan ke mesjid tersebut adalah ke perpustakaan dan tentunya melepas kerinduan si kecil untuk berlari-lari di dalam mesjid. Saya sangat menyukai mesjid ini, selain desainnya yang ramah anak, para pengurus dan juga jamaah yang hadir di sana tidak pernah saya dapati melarang anak-anak untuk bermain-main di dalamnya. Hal ini sangat penting karena dengan betahnya ia berada di dalam mesjid itu, maka makin tumbuh dan bertambah pula kecintaannya terhadap mesjid. Ya, semoga anak-anak kita selalu cinta rumah ibadah ini.

Sesampainya kami di sana, yang langsung dituju adalah perpustakaan. Saat kami tiba, Afif masih tidur dalam gendongan saya. Alhamdulillah, dalam pustaka yang nyaman ini terdapat sofa yang bisa saya manfaatkan untuk meletakkan si kecil. Saya dan suami pun bisa membaca sambil menunggu waktu dzuhur.

Si kecil terbangun di saat yang tepat. Perpustakaan sementara ditutup saat zuhur, dan saya harus bergantian sholat agar bisa mengawasi Afif yang kegirangan saat masuk masjid. Benar sungguh, ia berlari-larian di bagian shaf muslimah. Alhamdulillah tidak ada yang marah, ia berlari-larian sambil meniru gerakan orang yang masih sholat. Begitu pula saat papanya membawa ke bagian jamaah pria. Kelucuan dan keriangannya justru mengundang tawa, Alhamdulillah.

Nah, setelah selesai sholat, berkeliling perkarangan dan toko-toko sekitarnya, kami berniat kembali ke perpustakaan yang sudah dibuka kembali. Di dalam perpustakaan, buku-buku tersebut ternyata belum berhasil menarik perhatiannya, ia lebih tertarik mengelilingin perpustakaan yang serupa labirin baginya. Tidak begitu lama, ia menarik orangtuanya untuk keluar ruangan ke arah mesjid.

Benar saja. Di dalam ia lebih gembira, tertawa dan bercanda serta tetap berlari-larian. Agaknya Afif menyukai tempat yang lebih luas sehingga ia bebas bergerak. Di benak saya tiba-tiba muncul sebuah kesimpulan sederhana. Aha! Si kecil menemukan kembali matematika di sekitarnya. Afif membedakan besaran ruangan dan memilih apa yang ia sukai.