Minggu ini kami di rumah saja dan rencananya saya mau membuat keripik bawang dengan perisa rebon atau teri. Jadilah bawang-bawang saya letakkan di lantai, di dalam wadah dan jumlah bawang yang tersisa masing-masing dua ons.

Si kecil muncul dari kamar ke dapur. Tanpa permisi tanpa komando, seluruh bawang tersebut ditumpahkan ke lantai dan saya masih sibuk menguleni adonan di atas meja. “Ah, biarin aja” pikir saya. Ya, papanya juga memberi kode agar tidak melarangnya. Saya dan suami sibuk dengan project masing-masing di dapur, dengan judul “quality time” jadi masing-masing ada kesibukan.

Meski demikian, perhatian kami tidak lepas dari si kecil yang bermain bawang. Asyik sekali ia bermain. Akhirnya kami menyadari sesuatu mengenai apa yang Afif lakukan. Di lantai teraebut kebetulan terdapat 2 wadah plastik yang kosong, wadah pertama diisi dengan bawang merah dan wadah lainnya dengan bawang putih. “Nah, bocah ketemu matematika tuh kayaknya” ujar suami.

Aha! Afif sedang melakukan kategorisasi. Membedakan dan mengelompokkan bernda berdasarkan bentuk dan warna. Ya, matematika selalu dekat di sekitar kita.