Beberapa minggu ini Afif tidak bisa dilarang kalau main air. Apalagi di dapur ada ruang untuk mencuci dan biasanya saya mandikan Afif di sana. Saya menggunakan mesin cuci manual dan saya rela membilas cucian menggunakan wadah serta mengalirkan air di lantai.

Nah, biasanya saya kerjakan subuh sebelum bocah bangun, tapi karena doi sekarang juga bangun subuh, jadi saya ubah jadi siang biar sekalian dia ikut main air, daripada menghabiskan tenaga melarangnya, mending tenaga dia yang dikuras dan nantiny gampang bobok siangnya.. hehe

Gara-gara beberapa kali ikut membilas pakaian (kerjanya cuma mindahin pakaian dari satu wadah ke wadah lain) malah bikin dia kesenangan nyuci. Iya, Afif sedang sangat menyukai kegiatan ini, namun yang terjadi malah setiap melihat pakaiannya nganggur, langsung dibawa lari ke belakang dan dicemplungin ke ember berisi air, padahal pakaian baru dicuci dan mau distrika.

Akhirnya ember di belakang itu saya gantung di jemuran. Jadi tadi ember itu sempat saya turunin saat dia tidur siang dan lupa digantung lagi, jadi setelah bangun dan ke dapur, tanpa sengaja ia melihat si ember. Tiba-tiba bocah lari ke kamar belakang mencari pakaian yang bisa dicuci. Di sana ada beberapa jilbab dan celana, jaket dan handuk, yang sifatnya berat. Beruntung saya sadar gelagatnya.

Afif sedang memilih jilbab dan beberapa pakaian yang kecil atau ringan untuk dibawa, saya ambil dan menggantinya dengan celana dan sarung papahnya yang lebih besar. Eh, ternyata ia bersikeras tidak mau ditukar. Saya pun sadar bahwa Afif mampu memilih dan menentukan apa yang sesuai dengan kemapuannya. Berhubung pakaiannya sudah habis distrika dan juga dicuci, akhirnya jilbab bundanya yang dipilih. Ya, karena jilbab lebih ringan.