Ia bukan sekedar bintang yang senantiasa bersinar di dalam hati, ia adalah malaikat kecil yang melakukan hal-hal baru dan membuat orang tuanya terkagum-kagum, heran, geli dan tak kuasa menahan diri untuk memeluk, menggigit dan mencium geram melihat tingkah lucunya.

Hari itu ada seorang teman yang datang sedari pagi. Ia sudah meminta izin untuk datang sepagi itu karena ada keperluan yang mengharuskannya untuk datang sepagi mungkin bersama suami dan bayinya. Tapi suaminya hanya mengantar saja, jadi kami bisa lebih santai di rumah.

Tak lama si kecil bangun dan keluar kamar sambil mengucek-ngucek mata mencari ibunya yang pagi itu belum sempat segera menyambutnya. Kemudian langkahnya terhenti melihat ada tante dan dedek bayi di rumah. Ia memperhatikan dengan berbagai ekspresi, temanku pun tertawa melihat ekspresi terakhirnya sebelum beranjak ke dapur. Kening mengernyit dan tatapannya tajam seolah berkata “jangan sampai aku liat bundaku gendong adek bayi itu ya tante.”

Iyah, anakku sangat pencemburu, ia ingat bahwa beberapa minggu lalu  mereka datang dan aku langsung menyambut dengan menggendong anak temanku. Seketika mood Afif rusak dan menampakkan rasa tidak senang, bundanya terus menerus diajak ke dapur atau ke kamar, bundanya tidak boleh menemani tamu. Untung saja itu teman sekampung yang sudah mengerti keadaanku.

Beberapa jam kemudian aku melihat temanku agak kesulitan untuk menyusui bayinya dengan baju yang tertutup, lalu kutawarkan pakaian berkancing tengah, kuletakkan baju itu di sampingnya. Namun yang terjadi, Afif datang dan membawa kembali baju itu ke kamar. Kami hanya cekikikan melihat tindakannya, kalau tertawa takutnya Afif akan tersinggung.. hehe

Selepas makan siang, temanku bersiap pulang karena sudah dijemput suaminya. Afif sepertinya sudah menerima mereka dan terus memperhatikan temanku. Kami mengiringinya di teras rumah. Tak disangka Afif mengambilkan helm dan menyerahkannya pada suami temanku, seraya berkata “akiih” artinya “terimakasih”.

Masyaallah.. malaikat kecil ini jika sudah mengenal orang baik disekitarnya, maka ia akan berusaha membantu dan menjaganya. Setidaknya ia mengenali barang-barang dan siapa pemiliknya. Ia sangat menjaga barang-barang di rumah, milik bunda, papa, dan dirinya. Meskipun seringkali ia tertarik dengan benda-benda milik orang lain, ia tidak memaksa untuk mengambilnya sampai dapat. Jika temannya tidak mau berbagi, maka ia tidak memaksa, meskipun terlihat ada raut patah hati.