Saat ini memang sulit sekali harus berbelanja ke mall. Afif pantang liat eskalator maupun tangga. Ya begitulah mungkin ya anak-anak di fase ini. Tapi apalah daya jika papanya tidak mau berbelanja dan memilih pakaian sendiri, akhirnya anak bini juga ikut.

Saya benar-benar kewalahan jika mengejar afif yang tidak mau digendong saat papanya harus mencoba pakaian dan melepas afif dari gendongannya. Saya memang menawarkan untuk gantian jaga, tapi bayi dengan BB hampir 13 kg dan tenaga yang sangat kuat serta gerakan yang teramat cepat membuat saya kapok. Beneran. Saya ga sabar nunggu bocil bisa diajak kompromi dan dibilangin, sekarang emang semua suka-suka dia.

Berkali-kali gagal belanja untuk pilihan barang-barang yang memang harus dicoba. Akhirnya kemarin menemukan kamar pas yang luas, jadi kami bertiga masuk ke dalamnya. Awalnya afif rewel dan mungkin merasa ruang itu kecil dan pengap, namun saya terus.mengajaknya bercanda melalui cermin dan akhirnya ia tenang dan tertawa-tawa. Ah Alhamdulillah akhirnya.

Namun apa yang terjadi setelah keluar? Afif ingin kembali masuk ke kamar pas itu, sementara bapak-bapak lain juga sudah menunggu untuk menggunakannya. Afif berlari mengejar ruang tersebut sebelum sempat masuk gendongan bapaknya. Saat itu ada seorang laki-laki (bapak-bapak) yang sudah masuk dan mau menutup pintu, eeeh si bocah ternyata ga ada takutnya ikutan masuk. Si bapak pun tertawa melihat kelakuannya. Saya pun sekuat tenaga berusaha menangkapnya