Bahagia rasanya melihat si kecil antusias meniru gerakan sholat yang dilakukan orang tuanya. Beberapa bulan ini memang Afif sudah meniru sedikit demi sedikit gerakan sholat, mulai dari mengangkat tangan saat takbiratul ihram sampai melipat sejadah dan menggulungnya kebelakang kaki papa bundanya.

Anak sudah pasti akan melihat, mengamati dan meniru apapun, bahkan sekecil apapun kegiatan yang dilakukan oleh orang tua. Sehari-hari afif memang lebih banyak mengahbiskan waktu bersama bundanya, ya karena papanya kerja.. hehe.. jadi seharusnya ia lebih banyak melihat kegiatan sholat dari ibunya. Namun yang lebih banyak memberikan pengaruh untuk membantunya meniru gerakan ini tentu saja ayahnya, karena tanpa ditutupi mukena ia lebih bisa melihat gerakan tangan dan gerakan lainnya secara detail.

Saat ini ia bisa meniru gerakan sejak dari berdiri, takbir, melihat dan menunggu sujud, duduk di antara dua sujud, dan gerakan favoritnya adalah saat duduk tahiyat akhir (memiringkan badan) dan mengucap salam.

Suatu hari saya memintanya sholat seperti papa, dan yang ia lakukan adalah sujud, ruku’ (ruku ini seperti gerakan olahraga mencium lutut) haha.. kemudian duduk tahiyat akhir (duduk miring) dan tentunya mengucap salam. Ia memalingkan wajah ke kiri dan ke kanan berkali-kali, hingga saya memintanya berhenti, karena saking sering dan cepat sekali gerakannya.. hahaha