Tidak heran lagi jika sejak bayi afif sudah melihat papanya bekerja dengan menggunakan laptop, membuatnya kepo sekepo-keponya terhadap benda tersebut. Beberapa kali papahnya memangku dan memberi kesempatan si kecil untuk menyentuh benda yang mengundang penasaran itu. Wajahnya sumringah, senyum bahagia dan matanya berbinar-binar.

Sekarang ia sudah semakin mengerti dan tidak menyia-nyiakan sedikitpun kesempatan ketika melihat laptop tergeletak, meskipun hanya sekejap ditinggal sang pemilik untuk mengambil catatan atau hal penting lain di ruang lain di dalam rumah. Keyboard dipencet-pencet dan seringkali begitu fokus dengan tut tut keyboard.

Seringkali ia memberontak dan tantrum sejenak jika keinginannya tidak tercapai, ya memang jarang dikasih sih.. hehe

Tibalah beberapa waktu lalu saya teringat simpanan laptop masa kuliah yang sudah rusak. Saya pikir bisa mengalihkan perhatiannya agar papahnya bisa sambil bekerja saat menemaninya bermain. Bapaknya ngoding sambil jagain anak? Entahlah apa jadinya.

Bagaimana reaksi Afif dengan laptop rusak dan mati tersebut? Ya memang anteng selama kurang lebih tiga hari. Ternyata selama tiga hari itu doi punya project, yaitu target mempretali seluruh tombol keyboard sampai habis. Sebenarnya masih ada satu baris paling atas yang belum dicabut, entah mungkin karena lupa atau bosan. Yang jelas saat ini rasa penasaran yang berawal dari usia 8 bulan tersebut sudah terjawab, kini ayahnya bisa lebih tenang ngoding di atas meja, sementara afif memporak-porandakan isi dengan seluruh tenaga yang tidak ada habisnya.

Oh ya, ketika menyelesaikan project keyboard, sudah dipastikan tidak ada satu tombol pun yang masuk ke mulut karena gerakannya selalu diawasi.