Si kecil peniru sudah lama menirukan gaya membaca orang tuanya, bersandar atau berbaring dan saat menyadari ada afif yang memperhatikan, maka kami akan membaca nyaring. Ups, membaca sambil berbaring adalah kebiasaan yang kurang baik, jadi kami berusaha mengubahnya.

Efek membaca nyaring tentu berpengaruh pula pada gaya membaca afif yang bunyinya menjadi “pece pece pece pece pece” membolak balik buku dan jika berkesempatan maka ia akan merobeknya.

Pada suatu malam kami iseng pergi ke pasar bekas yang di sana juga menjual mainan, beruntung kami menemukan balok-balok alfabet berwarna warni dan ada gambar di huruf tersebut, gambar yang terkait dengan huruf itu tentunya.

Alhamdulillah afif senang saat diajak bermain dan mengenali huruf. Meskipun ia belum mampu, namun jika itu seru, kenapa tidak. Yaa walaupun keseruan hanya berselang beberapa hari (karena anaknya sangat mudah bosan sama mainan). Setelah beberapa hari saya sempat mengira pengenalan huruf itu menguap begitu saja, namun ternyata tidak.

Ketika afif menemukan tulisan, baik itu di kardus, tas, kereta, atau di manapun, maka ia membaca dan mengeja huruf-huruf tersebut sebagaimana yang telah saya lakukan. Walaupun apa yang ia sebutkan belum tepat, tapi setidaknya ia tahu bahwa itu adalah huruf-huruf yanh dibaca seperti yang selalu dibaca bunda atau papanya. Alhamdulillah..