Lubnah Lukman. Jika harus menulis tentangnya, sejujurnya saya belum tau banyak tentang mbak Unna, tapi tulisan teman-teman lain sudah menjawab secara lengkap tentang siapa mba Unna. Ya, Unna nama panggilannya, ia adalah ketua dan penanggung jawab Rumah Belajar Menulis IIP Batam yang saat ini tugas sebagai ketua harus ia mandatkan kepada mba desy karena ia harus berpindah kota, pindah ke surabaya demi menemani suami yang dipindahtugaskan ke sana.
Pertama kali ketemu mbak unna saat kopdar IP batam yang sekaligus menyelenggarakan launching RumBel HS di mesjid sukajadi hampir setahun lalu. Kesan pertama sebenarnya masih belum banyak juga karena saat itu fokus terbagi mengejar si kecil yang mulai aktif, jadi belum sempat berkenalan dan ngobrol. Setidaknya saya sudah tau yang mana mbak Unna. Hehe
Lama-kelamaan, kami semua semakin mengenal dan saya rasa semua setuju jika mbak Unna adalah sosok yang ramah, pembelajar sejati, rendah hati, selalu menginspirasi, dan pejuang yang tak pernah menyerah mewujudkan keinginan dan mimpi besar bersama orang-orang di sekelilingnya. Beruntung kami mengenal mbak unna yang dengan izin Allah, melalui kerja keras mbak unna pula, kami bisa bersama-sama menerbitkan sebuah buku antologi bertemakan jungkir balik dunia emak.
Sejujurnya saya pernah mengira mbak unna punya kesibukan dan prioritas lain sehingga terkesan eksklusif dan akan memilih dengan siapa ia akan belajar dan bergaul. Tapi ternyata saya salah. Saya justru menjadi semakin kagum dan terpesona melihat ia datang dan duduk bersama-sama kami untuk belajar Al-qur’an pada rumbel Qur’an (QLC). Dengan seluruh kerendahan hati, ia belajar dan senantiasa dengan wajah berseri. Hatinya lembut dan patut menjadi teladan serta penyemangat bagi kita yang selalu ingin sama-sama belajar.
Ia adalah sosok pemimpin yang rendah hati, namun tegas. Ia lembut dan saya percaya bahwa tutur katanya tidak akan menyakiti siapapun.
Sedih rasanya mendapati berita yang untuk kedua kalinya menyatakan kalau mbak unna akan pindah ke luar kota batam, dan kali ini berita itu benar. Iya, belum lama kita menjadi akrab. Hmmm… tapi ya inilah keniscayaan. Di mana ada pertemuan, maka ada pula perpisahan. Tapi mbak una, insyaallah silaturahmi kita senantiasa terjaga. Semoga mbak unna dan keluarga selalu bahagia di tempat yang baru. Sering-sering main ke batam lagi ya mbakku…