Dangal ini adalah film India yang artinya Gulat.

Di awal ceritanya menampilkan setting vintage (jadul) dengan tokoh berkumis yang membuat saya agak malas tapi penasaran. Hmmm… Masuk ke cerita tentang kelahiran anak pertama, mulai menarik dan semakin lama saya tidak bisa beranjak karena setiap adegannya seru, lucu, haru, dan penting. Selama tayangan berlangsung saya terus bertanya dalam hati “film ini idenya siapa sih? Natural, realistis, cerdas dan luar biasa.” Akhirnya saya tahu bahwa cerita ini berdasarkan kisah nyata, pantas saja sangat inspiratif.

Hal lain yang membuat saya tak habis pikir yaitu perawakan Mahavir yang diperankan oleh Amir khan, yang di awal sangat berotot, dan secara alami menua dan menggendut. Ini asli, bukan busana. Ia menghabiskan waktu 5 bulan untuk mengubah badan yang ternyata awalnya dibikin gemuk, kemudian dibentuk menjadi berotot. Artinya pengambilan syuting justru diawali dari cerita Geeta dan Babita dewasa dan remaja.

Oh iya, bintang penting pada film ini tentunya adalah Geeta dan adiknya, Babita. Saya salut dengan produksi film Amir khan yang selalu berhasil mendapat bintang yang cantik, gagah, menarik seperti dalam film ini. Hal ini penting bagi saya. Karena film-film amir khan pula, saya yang tadinya tidak suka film india, sekarang jadi suka (film-film pilihan tentunya). Nah, pada film ini pula kita bisa melihat dengan siapa mereka bekerja sama. Yaph! Disney. Gimana ga looking good, eye catching dan keren? Ditambah posisi film ini menduduki ranking IMDB 8,5. Wajib nonton pokoknya.

Saya ga bakalan spoiler or cerita ulang deh, lebih baik nonton aja dah. Sama seperti Shawsank Redemption, sepertinya saya tidak akan bosan jika harus nonton film ini berkali-kali. Bahkan beberapa OST nya saya download. Makna dari lagu-lagunya juga sangat menggambarkan isi hati para tokohnya.

Ada hal menarik yang ingin sedikit saya bahas soal mahavir sing yang menitipkan mimpi beliau pada anak-anaknya. Mungkin pada beberapa pembahasan kita dapati bahwa hal ini akan keliru, bahkan salah. Namun hal tersebut tidak terjadi pada keputusan mahavir. Mahavir adalah sesosok manusia yang memiliki mimpi besar. Apa itu mimpi besar? Mimpi yang tidak sebatas angan untuk kesenangan atau keberhasilan diri/keluarga dalam lingkup kecil, namun ia bertekad untuk mengharumkan nama negara. Tekad yang sejak dulu terendam, bahkan sempat tenggelam bagai tiada lagi harapan. Mahavir nyaris lupa bahwasannya “emas tetaplah emas.” Ia jelas tidak buru-buru menitipkan mimpi tersebut pada anak, namun ia melihat sebuah potensi besar melalui suatu kesempatan (saat Geeta dan Babita menghajar anak tetangga).

Mahavir sama sekali bukan ayah yang kejam, tapi sangat penyayang dan peduli pada buah hatinya. Ingat perkataan sunita, teman geeta yang dinikahkan di usia 14 tahun. Tindakan mahavir justru akan sangat bernilai bagi kebebasan dan hak asasi wanita di zaman itu, di saat banyak orang tua yang menyudahi tanggung jawabnya pada anak perempuan yang baru beranjak remaja. Mahavir memperjuangkan masa depan anak-anaknya. Bagaimana tidak, sunita yang cantik mungkin bermimpi memiliki ayah seperti mahavir.

Tentang pelatih. Hmmm.. Pelatih Geeta ini mungkin saja memang memiliki metode tersendiri dalam melatih para atlit gulat tersebut, namun yang satu ini sepertinya cocok dikatakan pecundang. Ah sudahlah, yang jelas keseluruhan dan pesan dalam film keren.. nonton deh!

Sebenernya film ini saya tonton sebelum Ramadhan 2018 lalu, terus barusan bongkar post blog eh ketemu draft ini (saking excited sama film ini langsung cuap-cuap sendiri waktu ituh).. hehe. semoga bermanfaat dan terhibur yaa manteman..